Latest Post


Rotasikepri.com, Batam – Personel Polsek Nongsa bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan Call Center Polisi 110 terkait peristiwa kebakaran di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. 


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket patroli dan piket intel Polsek Nongsa mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal terhadap informasi kebakaran yang disampaikan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, (09/10/2026). Pukul 17.00 WIB.


Aduan tersebut disampaikan oleh Guloh, petugas sekuriti ABH Waduk Duriangkang yang sedang bertugas. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diketahui setelah masyarakat yang melintas di jalan menuju Bundaran Bandara melihat kepulan asap tebal yang berasal dari tengah kawasan hutan. 


Mengetahui adanya kondisi yang mencurigakan, masyarakat kemudian melakukan pengecekan dan mendapati bahwa benar telah terjadi kebakaran di kawasan tersebut.


Setelah mengetahui kejadian itu, masyarakat segera menghubungi petugas sekuriti ABH Waduk Duriangkang atau Daerah Tangkapan Air (DTA), yakni Guloh, untuk menyampaikan informasi mengenai kebakaran. 


Selanjutnya, laporan tersebut diteruskan melalui layanan Call Center Polisi 110 sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh personel kepolisian sesuai dengan wilayah tugasnya.


Personel piket patroli dan piket intel Polsek Nongsa kemudian melakukan respons terhadap laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi di tepi Jalan Pattimura, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. 


Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas informasi yang diterima sekaligus untuk memastikan kondisi di lokasi kejadian serta memperoleh gambaran awal mengenai peristiwa kebakaran di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang.


Kegiatan respons cepat ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan situasi keamanan, keselamatan, dan kondisi lingkungan. 


Informasi yang disampaikan masyarakat melalui layanan Polisi 110 menjadi salah satu sarana penting untuk mempercepat penyampaian laporan kepada petugas sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.


Polsek Nongsa mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya kawasan hutan dan daerah tangkapan air yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan serta ketersediaan sumber air.


Masyarakat yang melihat titik api, kepulan asap mencurigakan, atau kejadian lain yang berpotensi membahayakan lingkungan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.


Polsek Nongsa juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan. 


Apabila menemukan kejadian darurat atau membutuhkan kehadiran petugas kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center Polisi 110 yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengaduan dan permohonan bantuan kepolisian. 


Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan kejadian serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kota Batam.(Red*)





Rotasikepri.com, Batam – Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri acara kenal pamit Kapolda Kepulauan Riau dari Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., kepada Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM. Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom Radisson Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, tersebut dihadiri sekitar 500 orang dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya. Pada Jumat, (09/10/2026). Pukul 19.52 WIB.


Acara kenal pamit tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi atas pengabdian Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., selama menjabat sebagai Kapolda Kepri sekaligus menyambut kepemimpinan Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM. sebagai Kapolda Kepri yang baru. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, dengan rangkaian acara yang mencerminkan penghormatan terhadap pengabdian pejabat lama serta harapan bagi keberlanjutan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kepulauan Riau. 


Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Dr. Nyangya Haris Pratamura, Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Sutiawan, S.E., Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto, Dankoderal IV Laksma TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsl, Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama Bakamla Bambang Trijanto, Kabinda Kepri Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro, S.I.Kom., Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Ketua IMI Kepri Rizki Faisal, serta Ketua LAM Kepri Dato' Wira Setia Laksana H. Raja Al Hafiz. Hadir pula keluarga besar pengusaha Batam, keluarga besar Akpol 1993, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), para bupati se-Kepri, tokoh agama, dan tokoh adat.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Rico Ceper, dilanjutkan doa, penampilan Tari Seligi Ployer, serta pemutaran video ucapan dari Forkopimda. Suasana semakin khidmat saat ditayangkan video berisi satu kata tentang Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan video selayang pandang perjalanan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kapolda Kepri. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas pengabdian pejabat lama.

 

Dalam video selayang pandang tersebut, Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda atas dedikasi dan dukungan yang telah diberikan kepada Polri selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Kepri. 


Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan atau perkataan yang kurang berkenan. Selain itu, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Kapolda Kepri yang baru, Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM, seraya berharap agar kepemimpinan selanjutnya dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan kemajuan Kepulauan Riau.


Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM, mengungkapkan rasa bangga atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin Polda Kepri. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya pernah menjabat sebagai Dansat Brimob dan Kapolresta Tanjungpinang sebelum akhirnya mendapat mandat sebagai Kapolda Kepri.


Ia berharap ke depan seluruh unsur terkait dapat terus bersinergi untuk menciptakan situasi Kepulauan Riau yang aman, kondusif, dan sejahtera. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu diiringi dengan upaya mewujudkan Kepri yang maju, hebat, dan aman. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kata-kata dalam sambutannya yang menyinggung atau kurang berkenan di hati para tamu undangan.


Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Komjen Pol. Asep Safrudin. Ia mengungkapkan rasa syukur karena selama kepemimpinan Asep Safrudin, situasi keamanan di Kepulauan Riau senantiasa terjaga kondusif. Gubernur berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Kapolda Kepri yang baru. 


Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat untuk mewujudkan Kepri yang maju, damai, dan aman, sehingga dapat mendukung iklim investasi serta menarik lebih banyak investor dari berbagai negara ke Kepulauan Riau.


Kehadiran Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kesinambungan kepemimpinan dan penguatan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. 


Melalui momentum kenal pamit ini, diharapkan soliditas dan sinergi antara Polda Kepri, Polresta Barelang, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat semakin erat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam.


Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Dasat. Seluruh rangkaian acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. 


Pengamanan internal dilaksanakan oleh personel Polsek Batam Kota yang dipimpin oleh Kanit Intelkam Polsek Batam Kota Iptu Boby Pratama, S.H. Polresta Barelang mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Apabila menemukan gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110, yang siap menerima laporan dan permintaan bantuan kepolisian.(Red*)







Rotasikepri.com, Batam – Polda Kepulauan Riau menggelar Pembinaan Tradisi Bhayangkara dalam rangka Serah Terima Pataka dan Kenal Pamit Kapolda Kepri di Mapolda Kepri. Kegiatan ini menjadi momentum penghormatan atas pengabdian Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., sekaligus penyambutan Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM. 


Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan pejabat lama dan pejabat baru, pengalungan bunga, serta pemberian buket bunga. Kegiatan dilanjutkan dengan laporan situasi mako, prosesi Pembinaan Tradisi Bhayangkara, dan serah terima Pataka Polda Kepri di lapangan upacara.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Irjen Pol. (Purn.) Dr. Aris Budiman, M.Si., Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Sutiawan, S.E., Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Kabinda Kepri, Kazona Bakamla Barat, para Pejabat Utama Polda Kepri, para Kapolres/ta jajaran Polda Kepri, Wali Kota Batam, unsur Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam, para komandan satuan TNI, kepala instansi vertikal, serta perwakilan instansi terkait. Turut hadir Ibu Bhayangkari Kabareskrim Polri, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Polda Kepri beserta pengurus, serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat Kepulauan Riau.


Dalam sambutannya, Komjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan terima kasih kepada personel Polda Kepri, pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, insan pers, dan masyarakat atas dukungan serta sinergi selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Kepri. Ia berharap soliditas yang telah terbangun dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Kapolda Kepri yang baru.


Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menyampaikan penghargaan atas pengabdian pendahulunya dan berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi serta terobosan yang telah dirintis. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Dalam doorstop bersama awak media, Komjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kepulauan Riau, pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan insan pers atas dukungan selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Kepri. Ia juga memohon doa dan dukungan dalam menjalankan amanah baru sebagai Kabareskrim Polri.


Pada kesempatan yang sama, Irjen Pol. Suhendri mengajak insan pers untuk terus bersinergi melalui komunikasi terbuka serta menyampaikan informasi dan masukan kepada Polda Kepri. Ia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, baik siang maupun malam hari.


Pada akhir kegiatan, dilaksanakan tradisi pelepasan Komjen Pol. Asep Safrudin melalui prosesi Payung Pora dan Pedang Pora, penghantaran menuju gerbang Mapolda Kepri, serta penyampaian kata mohon diri yang diiringi nyanyian “Selamat Jalan” oleh Kapolda Kepri beserta seluruh personel.(Red*)






Rotasikepri.com
, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Direktorat Badan Usaha SPAM dan Pengolahan Limbah menggelar pelaksanaan Shalat Istisqa bersama masyarakat Kota Batam di area Waduk Nongsa, pada Jumat (9/10/2026).


Ibadah yang diikuti oleh kurang lebih 500 warga tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya pemenuhan air bagi kebutuhan masyarakat, pemulihan kembali elevasi air baku di waduk-waduk penampungan, serta memastikan kelancaran aktivitas harian dan kesejahteraan warga di Kota Batam.


Kegiatan ini berlangsung secara khusyuk dan diakhiri dengan khutbah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., M.A.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan berbagai langkah teknis dan strategis yang telah dijalankan BP Batam untuk mempercepat penanganan suplai air di kawasan Nongsa.


Lebih lanjut ia mengatakan bahwa BP Batam telah melakukan penguatan sistem melalui interkoneksi pipa dari SPAM Duriangkang ke jaringan pipa distribusi Nongsa.


“BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa sebagai dukungan penambahan pasokan air baku lokal secara signifikan,” ujarnya.


Agar ketersediaan air bersih warga terjamin selama proses pengerjaan teknis berlangsung, BP Batam juga menyiagakan armada mobil tangki air yang siap distribusikan.


“Upaya penanganan teknis terus dilakukan oleh BP Batam secara bertahap dan terukur agar proses pengaturan penyaluran air berjalan lancar, sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat dipastikan dapat teraliri dengan baik,” jelas Ariastuty.


Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah perenungan diri serta wujud sinergi yang erat antara pengelola dan pengguna fasilitas publik.


“Melalui momentum refleksi spiritual ini, kita memohon rahmat dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa agar kondisi ketersediaan air baku di Kota Batam dapat segera pulih,” ujar Ariastuty.


Dengan ini, BP Batam terus meningkatkan upaya dalam melaksanakan proses evaluasi tata kelola air dengan merangkul seluruh pihak untuk melangkah bersama secara terbuka, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan air baku yang berkelanjutan. (*)


Rotasikepri.com, Batam – Peredaran rokok tanpa pita cukai di Kota Batam kembali menjadi sorotan publik. Salah satu merek yang disebut-sebut oleh masyarakat dan pedagang adalah rokok RAVE American Blend yang diduga beredar tanpa dilekati pita cukai sebagaimana mestinya.


Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana produk rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai dapat beredar secara terbuka di berbagai warung kelontong, kios rokok hingga sejumlah titik penjualan eceran di wilayah Batam?


Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, rokok yang diduga tanpa pita cukai tersebut disebut dapat ditemukan dengan relatif mudah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa praktik peredaran rokok ilegal masih berlangsung dan belum sepenuhnya tersentuh penegakan hukum.


Masyarakat menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar akibat hilangnya penerimaan dari sektor cukai hasil tembakau.


"Kalau memang benar rokok tanpa cukai bisa dijual bebas, tentu negara yang dirugikan. Kami berharap Aparat terkait serius melakukan penindakan dan jangan sampai ada kesan pembiaran," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Sorotan publik kini mengarah kepada instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penindakan barang kena cukai, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Warga berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur distribusi, pemasok, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran Rokok ilegal tersebut.


Sejumlah kalangan bahkan mempertanyakan apakah maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai ini terjadi akibat lemahnya pengawasan, keterbatasan pengawasan lapangan, atau adanya faktor lain yang perlu diungkap melalui proses penyelidikan resmi.


Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat bukti yang dapat menunjukkan keterlibatan oknum aparat dalam dugaan peredaran rokok ilegal tersebut. Oleh karena itu, setiap dugaan mengenai keterlibatan pihak tertentu harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang berwenang.


Ancaman Pidana Rokok Tanpa Pita Cukai


Peredaran rokok tanpa pita cukai bukan persoalan sepele. Ketentuan mengenai cukai telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.


Dalam Pasal 54 UU Cukai, disebutkan bahwa:


"Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai sebagaimana diwajibkan, dapat dipidana dengan pidana penjara dan/atau denda sesuai ketentuan yang berlaku."


Sementara itu, Pasal 56 UU Cukai juga mengatur sanksi bagi pihak yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh atau memberikan barang kena cukai yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana di bidang cukai.


Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa bukan hanya produsen atau pemasok yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, tetapi juga pihak-pihak dalam rantai distribusi apabila terbukti mengetahui asal-usul barang yang melanggar ketentuan cukai.


Publik Minta Penindakan Nyata


Maraknya dugaan peredaran rokok tanpa pita cukai di Batam dinilai dapat menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Pelaku usaha yang patuh terhadap aturan dan membayar kewajiban cukai berpotensi dirugikan oleh beredarnya produk yang dijual dengan harga lebih murah karena tidak menanggung beban cukai sebagaimana mestinya.


Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum, Bea Cukai, kepolisian, serta instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak terhadap gudang, distributor, kios grosir, hingga titik-titik penjualan yang diduga memperdagangkan rokok tanpa pita cukai.


Selain itu, publik juga meminta adanya transparansi hasil pengawasan agar tidak muncul spekulasi maupun dugaan negatif di tengah masyarakat.


Jika Memang Ada Pelanggaran ,Tindak Tegas.Jika Tidak Ada Pelanggaran ,Sampaikan Kepada Publik.Jangan Sampai Muncul Kesan Hukum Hanya Tajam Kepelaku Kecil Tapi Tumpul Terhadap Jaringan yang Lebih Besar Ungkap Seorang Warga.


Peredaran Rokok ilegal Tanpa Pita Cukai Bulan Hanya Persoalan Pelanggaran Hukum ,Tetapi Juga Menyangkut Penerimaan Negara ,kepastian usaha yang Sehat dan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Efektivitas Pengawasan.Karena itu ,Aparat Terkait Diharapkan Segera Memberikan Penjelasan Serta Langkah Konkret atas Berbagai Temuan dan Keluhan Masyarakat yang Berkembang di Kota Batam.


Hingga Berita ini Diterbitkan ,Pihak Bea Cukai Batam Belum Memberikan Keterangan Resmi Terkait Dugaan Peredaran Rokok RAVE American Blend Tanpa Pita Cukai yang Disebut Sebut Beredar di Sejumlah Wilayah Kota Batam.

Redaksi (HF Lubis)




Rotasikepri.com, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperkuat komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menangani sejumlah persoalan prioritas, khususnya air baku, sampah, dan banjir. 


Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi bersama Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja.


Kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (8/10/2026). Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.


Ratusan perwakilan PMB, IPIM, dan BMGQ dari tiga kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Kecamatan Batu Ampar, hadir 31 anggota PMB, 262 anggota BMGQ, dan 55 anggota IPIM. Sementara dari Kecamatan Bengkong hadir 65 anggota PMB, 398 anggota BMGQ, dan 137 anggota IPIM.


Adapun dari Kecamatan Lubuk Baja, tercatat 41 anggota PMB, 159 anggota BMGQ, dan 63 anggota IPIM.


Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan kondisi ketersediaan air baku di Batam yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Ia menjelaskan, penurunan debit air di sejumlah waduk operasional turut dipengaruhi kondisi cuaca dan fenomena El Niño.


Menurutnya, Pemko Batam bersama tim teknis terus menyusun langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan Batam.


“Nama bencananya itu bagus pula, El Niño. Kering. Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ujar Amsakar.


Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Selain penanganan jangka pendek, penyusunan peta jalan dan rencana kerja menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan air Batam dapat dipenuhi secara berkelanjutan.


Amsakar juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi air baku yang dikaitkan dengan masuknya investasi atau perusahaan baru di Batam.


“Jadi cerita di masyarakat bahwa karena masuk perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C, maka air kering, enggak ada kaitannya. Perusahaan yang baru masuk dan baru berinvestasi itu baru membangun instalasi, baru membangun gedung, belum ada memakai air,” katanya.


Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan insan media, untuk bersama-sama menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.


Ia berharap narasi yang berkembang dapat diarahkan pada upaya membangun optimisme dan memperkuat kerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Batam.


“Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat di antara satu sama lain,” ujarnya.


memori kita tak bisa menyimpan terlalu lama karena besok sudah ada agenda baru lagi. Maka yang hadir bersama kita inilah bantu mengingatkan,” katanya.


Menutup arahannya, Amsakar memohon dukungan dan doa dari para mubaligh, imam masjid, guru Al-Qur’an, serta seluruh masyarakat Batam agar Pemko Batam senantiasa diberikan kelancaran dan perlindungan dalam menjalankan amanah pemerintahan.


Ia secara khusus meminta doa agar 15 program prioritas Pemko Batam dapat dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, terdapat tiga persoalan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini, yakni sampah, air, dan banjir.


“Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” tutup Amsakar.(Red*)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.